Sebagai seorang lelaki tentunya aku harus selalu terlihat seperti ksatria yang gagah berani.
Berani menghadapi semua rintangan dan halangan yg menghampiri hidupku, berani bertanggungjawab atas kehidupan yang aku jalani, serta berani mempertahankan hal-hal yang benar.
Hari itu tepat tanggal 1 September, di awal bulan yang baru ada kesibukan yang harus aku jalani yaiutu mendapatkan tandatangan untuk laporan KKP yg telah dibuat oleh kelompokku ke kampus Roxi Pusat di Ciledug. Semua revisi untuk pembuatan laporan telah dicoba dengan maksimal walaupun dengan kondisi yang tergesa-gesa. Menjelang 1/2 hari ternyata ada beberapa laporan yang masih salah. Dengan sangat terpaksa aku berangkat menuju kantor karena terbebani oleh kewajiban ke kampus Pusat tersebut.
Setelah berkoordinasi dengan tim, diputuskan kalo aku harus tetep berangkat ke kampus karena hari itu sudah ada ultimatum dari dosen pembimbing bahwa batas penyerahan maksimal adalah hari tersebut. Akupun meluncur ke tempat temanku untuk mengambil laporan yg sudah direvisi sebelumnya. Setelah mengecek ulang semuanya, ternyata masih banyak kekeliruan yang tidak sempat kita revisi. Dengan satu tekad "MAJU TERUS PANTANG MUNDUR" aku sudah berniat mengarahkan laju motorku ke kampus Pusat. Tetapi terjadi sesuatu yg sungguh" di luar perkiraan, tiba" HP berdering dengan lancangnya dan yang terjadi ternyata ada telpon masuk dari orang kantor. Ternyata yg menelepon adalah Pak Bos, ada permintaan pengecekan pekerjaan di kantor. Setelah bersilat lidah maka akupun harus balik ke kantor dan rencana ke kampusnya besok saja yaitu tanggal 2 September 2009. Setelah melakukan koordinasi dengan dosen pembimbing beliau bisa memaklumi kendala dan situasi yang kami hadapi sehingga proses penyelesaian revisi belum kelar. Balik lagi ke kantor dengan pikiran masih terbebani kewajiban menyelesaikan laporan KKP yang menjadi tanggungan. Sore hari terpaksa nggak ikut mata kuliah dengan tujuan merevisi ulang apa kekurangan yang sekiranya mungkin masih bisa dibetulkan. Niat baik selalu mendapat balasan yang baik pastinya. Tetapi yg terjadi selanjutnya adalah kelelahan tiada tara karena aktivitas di siang hari sebelumnya yang akhirnya membuat diriku tertidur dengan pulasnya.
Esok yang cerah di hari yang baru yaitu tanggal 2 September 2009, semua rencana yg tersusun di malam hari sebelumnya haruslah tetap terlaksana sebagaimana mestinya. Seperti biasanya untuk sholat Shubuh aku mencoba untuk ikut berjamaah di Masjid dekat kos-kosan. Tetapi ada yg beda dibandingkan hari-hari sebelumnya, selesai dari Masjid aku tetap terjaga agar bisa datang ke kampus pagi hari sehingga ke kantorpun tidak akan terlalu siang. Sampai jam 6 semua berjalan lancar, selanjutnya akupun membuat janji dengan dosen yang akan aku mintai tandatangan. Ditemani acara SPORT7 di TV aku mengirim SMS menyakan jam berapa bisa menemui beliau.
15 menit berlalu belum ada jawaban dari beliu, mungkin sedang di jalan pikirku. Setengah jam berlalu tetap tak ada tanda" SMS masuk, mungkin sebentar lagi pikirku. Sampai akhirnya tanpa aku sadari ternyata kondisiku sudah mengantuk lagi dan akupun tertidur dengan sendirinya.
Jam 8 akupun terbangun dengan sendirinya. Mencoba mengecek SMS sapa tahu ada jawaban dari beliau, dan benar saja ada balasan dari beliau. Tapi aku sedikit kecewa karena ternyata beliau baru ada di kampus sekitar jam 10-an. Kuputuskan untuk ke kantor dulu aja agar orang" kantor tidak mencari aku, sehingga nanti mereka tidak akan mempertanyakan keberadaanku.
Meluncur ke kantor dengan segera, motorpun melaju dengan sewajarnya karena akupun tidak tergesa-tergesa. Sampai kantor ternyata ada sedikit hambatan yang kulalui sehingga memperlambat keinginanku untuk segera ke kampus sedikit tertunda. Akhirnya aku baru bisa berangkat sekitar jam 1/2 11-an. Tentunya estimasi waktu yang mungkin aku tempuh antara Pasar Minggu - Ciledug sekitar 1 jam paling lama. Dan Alhamdulillah 1 jam kemudian aku sudah sampai di kampus Ciledug akhirnya. Sesegera mungkin berusaha menghubungi dosen yang akan kutemui dengan tujuan agar pekerjaanku cepat selesai. Tetapi yang terjadi adalah beliau masih mengajar di ruang lab. Dengan kondisi yg kecapek'an karena panas yg menyengat di perjalanan aku masih harus menunggu beliau sampai jam istirahat yaitu sekitar jam 12 siang. Waktu setengah yg harus aku lewati terasa sangat lama sekali karena aku sendirian dan tak ada teman yg bisa diajak ngobrol.
Akhirnya setengah jam berlalu dengan semestinya, segera aku menemui sang dosen untuk meminta tandatangan sebagaimana mestinya. Dan yang terjadi selanjutnya beliau memeriksa laporan yang sudah aku revisi dengan kelompokku. Komentar pertama yg keluar adalah "Kok sendirian? Yang lainnya mana?" Kujawab dengan kondisi yg sebenarnya bahwa teman-teman yg lain tidak bisa meninggalkan pekerjaannya sehingga aku yg dipercaya untuk meminta tandatangan dari beliau. Lembaran-lembaran laporan pun beliau buka satu per satu dn ternya banyak komentar dari beliau yang intinya adalah revisi tersebut kurang sempurna. Akhirnya beliau memang bersedia untuk menandatangani laporan tersebut tetapi tetap dengan permintaan kalau bisa sih direvisi lagi.
Setelah mendengar saran dari beliau menjadi kecewa tentunya. Hal ini dikarenakan berarti aku harus lembur membetulkan laporan yg masih salah dan besok harus kembali ke sini untuk meminta tandatangan lagi. Akhirnya, dengan langkah yang gontai aku meninggalkan beliau yang tersenyum kecut kepadaku. Dan secepatnya akupun harus segera meninggalkan kampus karena harus menuju ke kantor.
Sampai di kantor pekerjaan berjalan sebagaimana mestinya. Alhamdulillah tidak ada kendala yg menyangkut pekerjaanku. Pukul 1/2 5 sudah bisa beranjak meninggalkan kantor dan akupun langsung balik ke kos'an aja biar revisi bisa kukebut secepatnya. Tak lupa aku melapor ke kelompokku bahwa revisi yang kemarin belum betul dan harus dibetulkan lagi.
Yang terjadi selanjutnya ternyata sama seperti kemarin, aku kembali kelelahan dan kecapek'an karena perjalanan yang jauh dari Ciledug ke Pasar Minggu di siang bolong yang panasnya sangat menyengat. Sekitar jam 10 malam aku baru bisa mengembalikan kondisi tubuhku menjadi fit lagi. Dan bersama dengan salah seorang anggota kelompokku akupun menjalani LEMBUR tetapi hal ini tidak ada kaitannya dengan pekerjaan tetapi berkaitan dengan perkuliahan. Lembur baru selesai sekitar jam 1/2 2 dini hari. Akupun balik ke kos dan ingin beristirahat sebentar mungkin sekira 1 jam atau 2 jam saja. Aku berharap akan terbangun untuk makan sahur sehingga aku masih punya asupan tenaga untuk melakukan aktivitas di esok harinya.
Tetapi rencana hanyalah rencana saja, yg terjadi selanjutnya aku baru bangun sekitar jam 04.15 yang artinya waktu IMSAK tinggal 15 menit. Ya kalau aku sahurnya masak sendiri mungkin aku masih bisa masak MIE atau telor sebagai lauk makan, masalahnya aku terbiasa Sahur dengan cara membeli dari warung. Perutkupun tetap harus diisi walaupun cuma dengan air saja, soalnya daripada kosong melompong lebih baik aku mengisinya dengan apa yg ada agar aku tidak kehabisan tenaga.